Lubang cacing : portal ruang dan waktu, Benarkah?

Wormhole : portal ruang dan waktu

Film fiksi ilmiah telah menginspirasi para ilmuan untuk mempelajari keberadaan worm hole ( lubang cacing ). Secara teori Lubang cacing tidaklah mustahil. Namun, dalam dunia nyata worm hole tidak dapat dijadikan portal antar galaksi yang dapat dilalui manusia.

Dalam film Interstellar, para astronaut melarikan diri dari Bumi yang sedang hancur. Mereka mencari planet lain dengan melakukan perjalanan lewat lubang cacing untuk menjelajah galaksi lain.

"Lubang cacing tidak akan dapat dilewati manusia. Karena, pada dasarnya lubang cacing adalah sebuah dinding yang rapuh," kata astrofisikawan terkenal, Kip Thorne, dari California Institute of Technology di Pasadena, California.

Lubang cacing diyakini menghubungkan lubang hitam dengan lubang putih di ujung lainnya. Lubang hitam pada dasarnya adalah suatu objek antariksa yang bermasa terlalu besar sehingga membentuk sebuah medan gravitasi yang dapat menyedot apapun kedalamnya. Sedangkan lubang putih adalah sebuah lubang yang memancarkan materi dan energi yang sangat besar. Dalam teori ini Lubang cacing adalah sebuah portal penghubung antara lubang hitam dan lubang putih yang terletak di tempat dan waktu yang berlainan. Teori ini dikembangkan oleh Albert Einstein dan asistennya, Nathan Rosen.

Nama lubang cacing di gunakan untuk menggambarkan sebuah terowongan dalam alam semesta. Nama lubang cacing diambil karena terinspirasi oleh terowongan yang dibuat cacing dalam tanah.

Dalam berbagai teori, lubang hitam disebut sebagai sisa-sisa bintang besar yang mati dalam ledakan supernova. Karena bentuknya mirip dengan lubang Einsten-Rosen, beberapa ilmuwan lalu mengklaim lubang hitam dapat digunakan sebagai portal ke tempat lain dalam ruang dan waktu yang berbeda, bahkan alam semesta lainnya.

Namun, sangat mustahil bagi seseorang untuk melewati ruang di dalam lubang hitam. Sebab, benda apa pun yang masuk ke area itu akan dihancurkan oleh tarikan gravitasi yang luar biasa.

"Berada di daerah lubang cacing membutuhkan banyak antigravitasi, yaitu energi negatif. Energi ini telah dibuat di laboratorium dengan efek kuantum. Namun meminjam energi negatif di ruang yang tidak memiliki apa pun adalah hal mustahil. Jadi, tidak akan ada manusia yang bisa mendapatkan energi negatif yang cukup ke lubang cacing. Artinya, tidak ada orang yang bisa menyeberangi lubang cacing," tutur Thorne.

0 Response to "Lubang cacing : portal ruang dan waktu, Benarkah?"

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bahasa yang sopan dan tidak spam